For the complete post with photos see: Stories of Journeys
Mereka bisa melihat dengan jelas isi dunia, mereka bisa berjalan menjelajahi isi dunia, tapi apa yang mereka bisa ketahui tentang indahnya kicau burung, tangisan seorang aktris di layar televisi atau bunyi alarm tanda kebakaran?Tuna rungu dalam deskripsi yang dikeluarkan oleh WHO adalah mereka yang kehilangan keseluruhan kemampuan untuk mendengar baik dari salah satu atau kedua telinganya. Data WHO tahun 2005 menunjukkan bahwa 278 juta penduduk dunia mengalamai kehilangan pendengaran di kedua telinganya dari tingkatan sedang hingga berat. Secara fisik, teman-teman dari tuna rungu memang tidak terlihat mengalamai hambatan, namun tanpa kita sadari kelompok ini termasuk yang sangat sulit mengakses lingkungannya. Karakter mereka yang -pada umumnya- juga mengalami kesulitan dalam berkomunikasi secara oral, dan bahkan pada banyak penderita tuna rungu sangat mempengaruhi kemampuan mereka memahami kalimat, menyebabkan mereka sulit untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan yang -mau tidak mau harus kita sadari -dibangun sebagai lingkungan dengan budaya lisan.
Dari karakter tuna rungu tersebut, kita dapat memahami bahwa apa yang hingga ini sulit mereka dapatkan adalah akses terhadap informasi. Pertanyaannya kemudian adalah apa yang dapat kita lakukan untuk merubah kondisi tersebut menjadi lebih baik? Beberapa contoh dalam berbagai bidang berikut ini barangkali dapat menjadi sebuah wawasan maupun pemicu kreatifitas dalam menciptakan aksesibilitas informasi untuk semua tanpa terkecuali bagi tuna rungu.
English abstract:
Complete Indonesian posting:
Posted by rollingrains at June 16, 2007 06:23 PM